Halaman 123

“GIMANA CARA MELEPASKAN SEMUA BEBAN & KETIDAKNYAMANAN DI HATI?” 

Berhentilah berusaha melepaskannya…

Melepaskan itu baik. Tapi selama ini, kita memahami “melepaskan”-“let it go” itu sebagai suatu usaha. Berusaha mengusir pikiran, berusaha melawan perasaan, berusaha melupakan, berusaha menyingkirkan ingatan, berusaha menghilangkan bayangan yang tidak nyaman dan berusaha-berusaha lainnya.

Berbagai usaha itu yang melakukan masih pikiran. Asal usaha itu masih pikiran. Landasannya masih pikiran. Misal: Pikiran negatif atau perasaan sedih. Kita berusaha mengusir dan melawannya. Usaha itu juga berasal dari pikiran. Pikiran diadu dengan pikiran. Akibatnya batin mengalami ketegangan.

Pikiran negatif, perasaan sedih, enggak bikin kita menderita. Kita menderita lebih karena kita berusaha menolak dan menendangnya. Jadi, disarankan kita tidak melakukan usaha yang berlandaskan pikiran. Tapi berlatih kesadaran. Termasuk hanya sadari apapun yang ingin kita lepaskan.

Bukan berusaha menghilangkan atau melepaskan pikiran negatif beserta perasaan yang tidak nyaman (sedih, takut, ragu, dan sebagainya). Tapi berlatih sadari saja apapun reaksi kita (menolak, melawan, mengusir) terhadap pikiran dan perasaan itu.

Jadi, bukan “melepaskan”-“let it go” sebagai suatu usaha yang keras. Tapi disarankan: “let it be”. Berlandaskan kesadaran, kita membiarkan seapaadanya, memberi ruang selapangnya pada apapun pikiran dan perasaan yang datang. Bukan berlandaskan pikiran yang bereaksi berusaha melepaskan.

Sehingga sebaiknya, melepaskan itu bukan akibat dari usaha keras yang berlandaskan pikiran. Tapi melepaskan itu akibat dari surutnya usaha pikiran. Melepaskan yang merupakan akibat dari hanya menyadari. Melepaskan yang berlandaskan kesadaran. The beautiful way to let it go is… let it be.

Jadi, bukan dengan sengaja berusaha melepaskan (mengusir, melawan, menghilangkan) pikiran dan perasaan itu ya. Tapi disarankan berlatih mengurangi berbagai usaha itu, mengurangi menolak dan melawannya. Gimana caranya? Sadari saja pikiran dan perasaan. Sadari saja usaha-usaha itu.

Postingan populer dari blog ini

Halaman 150

Halaman 130

Halaman 128