Halaman 148


Untuk kamu yang aku sayangi,
Kadang aku bingung bagaimana cara menyampaikan semua ini. Perasaanku ke kamu bukan cuma tentang suka, tapi juga tentang ingin menjaga, ingin melihat kamu baik-baik saja, dan ingin ada di samping kamu—meski mungkin tidak selalu terlihat.

Aku takut kehilangan kamu.
Bukan karena aku ingin memiliki sepenuhnya, tapi karena kehadiranmu sudah berarti lebih dari yang bisa aku jelaskan.

Aku tahu kamu pernah terluka, bahkan mungkin lebih dalam dari yang pernah aku rasakan. Dan justru itu yang membuat aku ingin kamu bahagia. Aku ingin kamu sembuh, pelan-pelan, tanpa paksaan. Aku ingin kamu tahu kalau kamu pantas untuk merasa tenang, merasa cukup, dan merasa dicintai dengan cara yang baik.
Kalau dunia terasa berat buat kamu, semoga kamu ingat… ada aku yang diam-diam mendoakan kamu, yang ingin kamu tetap kuat, tetap semangat, dan tidak menyerah.
Aku mungkin juga punya rasa takutku sendiri. Takut terluka lagi, takut berharap terlalu jauh. Tapi di antara semua itu, aku tetap memilih untuk peduli sama kamu.
Nggak apa-apa kalau jalannya pelan.
Nggak apa-apa kalau semuanya butuh waktu.
Yang penting, kamu jangan berhenti jadi kuat.
Dan kalau kamu lelah, aku harap kamu tahu… kamu nggak sendirian.
Dari aku, yang ingin melihat kamu bahagia, dengan atau tanpa aku.

Postingan populer dari blog ini

Halaman 150

Halaman 130

Halaman 128