Halaman 151

kehampaan bukan ruang kosong
ia adalah ruang yang pernah penuh
lalu dikosongkan dengan paksa
sampai udara di dalamnya terasa seperti pisau tumpul

mengikis lambat-lambat
sampai napas jadi beban yang tak layak dibawa
kehampaan punya suara
bukan jeritan
bukan isak

tapi dengung rendah yang tak pernah berhenti
seperti kabel listrik putus yang masih bergetar
di tengah malam yang tak punya ujung
dengung itu bilang:
“tidak ada yang kembali
tidak ada yang pernah benar-benar ada”
aku berdiri di tengahnya
dan tubuh ini jadi cangkang kosong
tulang-tulang bergoyang pelan seperti lonceng rusak

setiap gerak mengeluarkan nada hampa
tak ada gema
hanya getar yang mati sebelum lahir
matahari terbit
tapi cahayanya tak sampai ke sini
ia berhenti di ambang pintu
takut masuk
takut terserap
jadi kehampaan ini tetap gelap

meski dunia di luar berpura-pura cerah
ada saat-saat aku mencoba mengisi
dengan kata-kata
dengan orang
dengan tulisan
dengan apa saja yang punya berat
tapi semua itu jatuh ke dalam

seperti batu ke sumur tanpa dasar
tak ada bunyi plop
tak ada riak
hanya keheningan yang semakin tebal
kehampaan ini sekarang adalah aku
bukan lagi tamu
bukan lagi musuh
ia adalah kulit baru yang tumbuh
setelah kulit lama dikupas berulang-ulang
setiap helai rambut yang rontok
setiap sel kulit mati
menggantikan dengan kegelapan yang lebih pekat

Tuhan kalau Engkau masih mendengar
jangan isi kehampaan ini
jangan kirim cahaya
jangan kirim harapan
biarkan saja ia tetap begini
kosong
dingin
abadi
karena kalau kau isi
lalu kau ambil lagi
maka kehampaan yang baru
akan lebih dalam
lebih haus
lebih kejam
daripada yang sekarang
dan aku sudah tak sanggup
mengalami kehampaan yang lebih dalam lagi

Postingan populer dari blog ini

Halaman 150

Halaman 130

Halaman 128