Halaman 151

Di permukaan kulitku terlihat rapi
senyum terlipat sederhana, tak ada yang retak
kata orang: “baik-baik saja, kan?”
dan aku mengangguk, seperti pintu yang tak pernah berderit
tapi di dalam dada ini angin diam
ruang kosong berbisik pelan pada malam
seperti lampu jalan yang menyala tapi redup
cukup terang untuk dilihat, tapi tak cukup hangat untuk dirasakan
lalu kau datang,
bukan dengan gegap gempita atau janji besar
hanya langkah pelan,
hanya kalimat pendek yang kau titipkan di sela hari
perlahan, seperti es yang mencair di ujung musim
retak-retak kecil di hatiku mulai menutup
bukan karena kau menyembuhkan sekaligus
tapi karena kau ada, dan itu sudah cukup

terima kasih,
kata itu terlalu kecil untuk apa yang kau berikan
tapi biarlah kusebut saja begitu:

thank you for staying until I slowly begin to feel like home again.

Postingan populer dari blog ini

Halaman 150

Halaman 130

Halaman 128