Halaman 155
Datang Tanpa Dipanggil
Tiba-tiba kau muncul lagi
di sudut hati yang sudah lama tenang.
Seperti hembusan angin sore yang lembut,
membawa ingatan yang tak sengaja tersimpan.
Aku tersenyum kecil sendiri,
tak mengerti kenapa kau datang sekarang.
Tak ada janji, tak ada harap yang besar,
hanya rasa hangat yang pelan-pelan menyapa.
Aku tak berani membayangkan terlalu jauh,
takut hati ini kecewa oleh angan sendiri.
Hanya diam-diam aku berbisik pada malam:
“Jika memang dia untukku, semoga ia tahu.
Jika bukan, biarlah rasa ini datang dan pergi dengan tenang.”
Tak perlu kau jawab sekarang,
tak perlu kau merasakan hal yang sama.
Aku hanya ingin tahu,
apakah kau masih ingat senyumku dulu,
seperti aku tiba-tiba ingat senyummu.
Kalau kau mau, kita bisa mulai dari sapaan sederhana.
Kalau tidak,
aku akan belajar melepaskan dengan lembut,
seperti angin yang datang tanpa meminta apa-apa.
atau ini hanya sekedar isi hati yang kesepian ✨