Halaman 158

Pernah berfikir untuk bunuh diri gak sih? 
kaya yang semua luka beberapa tahun kebelakang dan awal tahun ini mulai bangkit lagi tapi ternyata kepikiran untuk BD itu  ada lagi

tertawa, senyumku, 
hanyalah topeng yang aku buat untuk kalian yang mengenalku dengan sapaan "anak baik, anak Solehah"

Tahun ini aku beranikan diri untuk bersikap bodo amat , berpaling dari hal yang biasa aku lakukan. 

benar kataku yang sering aku katakan ke anak-anak ketika konseling 
"belajarlah memaafkan dirimu, orangtuamu, dan orang-orang yang jahat kepadamu. selain itu berilah waktu untuk menyembuhkan luka batinmu yang selama ini kamu alami" 

aku sering jatuh bangun dalam kesalahan yang sama, kalau sudah jatuh cinta orang SE mandiri , SE kuat itu akan luluh jika bertemu dengan nafsu yang bernama cinta. 

2x jatuh cinta yg sangat dalam harus aku ikhlaskan karena aku bukan yg terbaik untuk ditakdirkan bersamai. 

Sekarang aku harus berlatih lagi semoga waktu akan sembuhkan luka, luka luka ini. 

luka-luka ini tidak ingin aku wariskan ke anak-anakku.. jadi ini pelajaran berharga.
sepertinya aku harus menghindari media sosial secara bertahap kali ya, 

banyak banget yang ada di pikiranku, tapi tak perlu khawatir ada allaah , hanya saja aku merasa kesepian yaa Allaah 😭
sebagai manusia biasa aku ingin seorang "Adam" di hidupku.. 
aku hanya ingin dipertemukan dengan laki-laki yang menerimaku, menerima segala keadaanku, dan menerimanya dengan ikhlas 🥲 , maka aku akan bersamanya sampai akhir hayat ku, itu janjiku, aku berusaha untuk tidak membuka lembaran baru dengan buku yang sudah aku kunci dan aku kubur. 

“sesuatu yang digariskan untukmu tidak akan berbelok menjadi milik orang lain. begitu juga segala sesuatu yang bukan ditakdirkan untukmu, sekencang apapun engkau kejar dia akan selalu berhasil menghindar.”

sounds familiar sama kayak Ali bin Abi Thalib mengenai takdir adalah: "Apa yang melewatimu tidak akan pernah menjadi takdirmu, dan apa yang ditakdirkan untukmu tidak akan pernah melewatkanmu".

mungkin takdirku seperti ini. 

ohiya aku mau sampaikan permintaan maaf, 
maaf untuk  a Nugraha, hehe baru kenal pertengahan februari dan lost contact akhir maret. aku tidak ada maksud dan tidak ada niatan  untuk membohongimu, tapi aku bingung dengan perasaanku dan yasudah mengalir begitu Saja. perasaan itu tulus dan memang apaadanya, tapi ada satu waktu dimana satu titik aku harus berkata jujur apaadanya. dan ini konsekuensinya yg harus aku terima. semoga a Nunu disana mendapatkan cita dan cintanya yang tulus dan baik. semoga Allah melindungi setiap waktu. terimakasih sudah mau menemani berbagi cerita berbagi pengalaman hidup yang sangat berharga untuk aku jadikan catatan dan pengingat diri. 

semoga Allaah ampuni dosa-dosa dan kesalahanku. 
sekali lagi mohon maaf  dan in syaa allaah aku akan ikhlas menerima semua ini. 
 
mungkin itu yang ingin aku katakan jika suatu hari nanti bertemu dengan dia atau dapat berkomunikasi lagi. tapi aku tau dia sangat membenci hal itu. dan tidak ada tempat lagi untuk orang-orang sepertiku. 

life must go on.. dan bismillah besok awal bulan aku harus kembali semangat, dan ikhtiar untuk keluargaku bpak dan ibuku. semangat ra!!! 


Postingan populer dari blog ini

Halaman 150

Halaman 130

Halaman 128